Kamis, 18 Oktober 2018

Mengatur Diri Sendiri



Nama       : Sukma Rudi Nugroho
Kelas       : 7A
NPM        : 15120212
FILSAFAT PENDIDIKAN (Reportase Pertemuan ke 3) pada 16 Oktober 2018

Mengatur Diri Sendiri

Manusia sebagai titah Tuhan,yang disebut manusia sebagai titah Tuhan adalah manusia di tugaskan menjadi khalifah di bumi kemudian manusia juga di berikan sifat-sifat Tuhan meskipun tetap berbeda antara sifat yang dimiliki manusia dan Tuhan,sebagai misal sifat pengasih,penyayang,penolong serta sifat-sifat yang lainnya.

Dalam mengatur diri sendiri,sejatinya manusia dapat dan mampu untuk mengatur dirinya sendiri,akan tetapi dalam mengatur dirinya sendiri manusia belum dapat untuk bisa teratur,untuk dapat teratur manusia harus bias pandai-pandai dalam mengatur dan mengolah diri sendiri,sebagai contoh dalam pola makan sehari-hari manusia ada yang makan 1 kali atau 2 kali,padahal di dalam aturan kita wajib untuk makan 3 kali sehari,begitupun dengan waktu makan ada yang hanya makan siang dan malam ,padahal di dalam aturan kita makan sarapan pagi kemudian makan siang dan di akhiri dengan makan malam,begitun dalam hal merokok,kita bebas mempunyai pilihan untuk merokok ataupun untuk tidak merokok,akan tetapi selayaknya kita harus memiliki sikap yang bijaksana,yaitu apabila kita merokok janganlah asap kita mengganggu orang yang tidak merokok begitupun sebaliknya apabila kita tidak merokok maka kita juga jangan mengejek orang yang merokok karna itu adalah pilihan masing-masing orang,jadi saling menghormati dan recpect satu sama lainnya.
Didalam Bahahasa Jawa terdapat banyak sekali kata-kata bila dibandingkan dengan Bahasa yang lainnya,misalkan saja Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Inggris,Bahasa Jawa merupakan Bahasa yang unik.Misalkan saja kata “sakit perut” (dalam Bahasan Indonesia) merupakan perwakilan seluruh masalah atau rasa sakit yang ada di dalam perut kita,atau misalkan saja “stomatache” (dalam Bahasa Inggris) juga sama merupakan perwakilan dari semua rasa sakit yang ada di dalam perut kita,berbeda dengan Bahasa Jawa yang kita pakai sehari-hari di dalam sakit perut terdapat banyak sekali istilah sebagaimana contohnya adalah “weteng mules,suduk en,masuk angina,begah,kembung dan lain sebagainya. Dari sakit mules saja kita bias ambil hikmah nya,ketika kita merasakan perut kita mules apakah itu merupakan sebuah penyakit? Belum tentu,karena mules yang demikian adalah efek dari kita memakan cabe makanan yang pedas dan asam,rasa muleh yang kita rasakan saat itu adalah efek dari kita memulihkan stamina,karena setelah kita buang air besar maka rasanya akan plong atau lebih enakan,cabe itu sendiri juga termasuk ke dalam bumbu dapur atau rempah-rempah yang kaya akan manfaat bagi tubuh kita.

Selanjutnya masih terkait dengan mengolah diri,terkait dengan Pendidikan karakter yang selama ini berjalan di Indonesia masih di batasi dengan formalisme,yaitu wujud manusia yang benar-benar manusia.Tentu kita pernah melihat orang yang sedang ber sholawat atau orang yang sedang ber’dzikir,bila kita amati mereka melantuntan sholawat dan dzikir dengan menggeleng-gelengkan kepalanya ke kanan dan kekiri,ada juga yang yang mengayunkan tubuhnya ke depan dan belakang sambal brdzikir atau bersholawat kepada Allah,kemudian ada seorang guru yang menanyakan hal tersebut kepada muridnya mengapa hal itu bias terjadi,kemudian para murid mencoba mencari jawaban di beberapa kitab akan tetapi mereka tidak mendapatkan jawaban dari apa yang mereka cari.Sampai akhirnya mereka melihat seorang kyai yang meminum atau menyeruput kopi sambal menggelengkan kepala karna saking enaknya kopi tersebut,maka seketika para murid mendapatkan jawaban,jadi sebab orang menggelengkan kepalanya ketika membaca dzikir atau bersholawat adalah karena mereka merasakan kenikmatan

Menurut Ki Hajar Dewantoro wujud dari  kesadaran diri manusia sebagai manusia sesungguhnya yakni manusia sebagai titah Tuhan sesuai dengan yang telah di jelaskan sebelumnya.Manusia adalah wujud dari sifat-sifat yang dimiliki Tuhan maka dari itu manusia disebut sebagai “manusia itu Titah Tuhan”karena Tuhan memiliki sifat penyayang manusia pun juga memilii sifat penyayang,Tuhan memiliki sifat pemberi manusia juga memiliki sifat pemberi,Tuhan memiliki sifat sabra begitupun dengan manusia,manusia juga memilii sifat sabar,kemudian Tuhan memiliki sifat sombong manusiapun juga memiliki sifat sombong akan tetapi berbeda antara sifat sifat Tuhan dengan sifat-sifat manusia,karena manusia tidak bias menjangkau atau melebihi sifat-sifat dari Tuhan.
Kenapa ada orang yang dipanggil dengan sebutan (Syeikh,Kyai,Ustadz,Tengku,Habib) ataupun panggilan-panggilan dengan istilah yang lainnya,hal ini dikarenalan mereka dipanggil berdasarkan tinggkatan dari ilmu mereka,adapun sebutan ataupun panggilah syeikh pada zaman dahulu adalah paggilan kepada orang yang sudah tua,karena orang tua harus di hormati maka di sebutnya syeihk untuk menghormati orang tua kala itu,namun lambat laun ada juga anak muda yang di panggil dengan sebutan syeikh,hal ini karena mereka memiliki ilmu yang lebih apabila dibandingngkan dengan masyarakat awam,nah dalam masyarakat kita di Indonesia sebutan kyai di berikan kepada orang yang diunggulkan,akan tetapi ada juga di masyarakat jawa yang memberikan nama kyai pada nama barang ataupun hewan karena barang atau hewan tersebut diunggulkan dari barang atau hewan yang lainnya ,misalkan saja barang-barang pusaka,kemudian hewan kebo bule milik sultan Yogyakarta dan lain sebaigainya,Ustadz sama dengan Syeikh,biasanya di kampus di panggil dengan Prof,sedangkan kalua Gus adalah sebutan dari anak Kyai,hal ini merupakan tradisi dari pesantren yang turun temurun dan sampain di masyarakat.

Kelas 7A link yang terkait

1. Ismaul Amalia (15120007)
2.Devi Endah Prastiwi 15120441
3. Nur tri atika (15120040)
5. Martiya Zulfa Risty (15120039)
7. Dewi Krisdiyanti
9. Dyah Saraswati (15120364) http://dyah15.blogspot.com/?m=1
10. Atik Budiarti 15120010 https://atikbudiarti31.blogspot.com/?m=1
11. Ibnu Mas'ud (15120218)
12.Fadila Nurfi A (15120322)
13. Khafidzoh Asfihani 15120008
18. Hadiah hana putri 15120471 http://15120481hana.blogspot.com/?m=1



Kamis, 04 Oktober 2018

Pendidikan Indonesia


Nama        : Sukma Rudi Nugroho
Kelas        :7A
NPM          :15120212


FILSAFAT PENDIDIKAN (Reportase Pertemuan ke 2) Pada 2 Oktober 2018

Pendidikan Indonesia

Mendengarkan merupakan sebuah aktivitas yang sulit,yang dimaksud disini adalah benar-benar mendengar juga memahami apa yang telah disampaikan kepada kita,manusia selayaknya lebih banyak mendengarkan dari pada berbicara karena Tuhan telah memberikan kita 2 telinga dan 1 mulut,maka dari itu sudah seharusnya kita sebagai manusia lebih banyak untuk mendengarkan dari pada berbicara,mendengarkan sama dengan mencari atau mendapatkan informasi,dengan begitu ilmu atau wawasan yang kita dapatkan akan lebih banyak,dari pada kita banyak bicara berargument belum tentu kita berargumen menggunakan ilmu,maka akan lebih baik bila kita lebih banyak mendengarkan dari pada berbicara.
            
Yang dimaksud reportase sendiri meliputi beberapa hal antara lain,sesuatu yang abstrak tapi berwujud semisal kegiatan mendengarkan,atau perumpamaan yang mudahnya adalah di ibaratkan sebagai angina yang berasa hembusannya namun tak terlihat juga berwujud,kemudian orang yang dilihat diam belum tentu tidak aktif,karena bias saja orang yang kita liat dengan kasat mata diam namun sebenarnya aktif dalam pikirannya yang tentu saja tidak dapat kita liat dengan kasat mata kita,selanjutnya mengaktifkan pendengaran sama dengan mengaktifkan rasa karena dengan kita menjadi seorang pendengar yang baik tentu kita akan mencoba untuk memahami orang yang bercerita tersebut sehingga menumbuhkan rasa dalam hati atau jiwa kita,selanjutnya manusia sendiri sering terjebak pada materialisme(sesuatu yang Nampak),dimana manusia sering sekali menilai sesuatu sesai apa yang Nampak atau sesuai dengan apa yang mereka liat secara kasat mata.
            
Di dunia Pendidikan tentu kita di posisi untuk mencari haqiqi atau untuk mencari suatu kebenaran dalam bidang pendidiakan,tokoh Pendidikan nasional di Indonesia salah satunya adalah Ki Hajar Dewantoro atau nama aslinya Suwardi Surya Diningrat,menyoroti secara nasional atau menyeluruh bagaimana bisa memberikan rasa cipta di Indonesia,lahir dari rasa kemerdekaan,yang dimaksud kemerdekaan sendiri adalah memakai batasan-basatasan atau keterbatasan,kalua menurut Cak Nun “menungso iso paham karo watese”
            
Pendidikan sendiri terdiri dari 3 macam antara lain,
1)      Berdiri sendiri yang dimaksud dengan berdiri sendiri adalah mempunyai potensi sendiri,dimana kita di tuntut untuk dapat mengenbangkan kemampan atau potensi yang kita miliki secara alami.
2)                Kedua yakni tidak bergantung pada orang lain,yang dimaksud tidak bergantung kepada orang lain adalah kita mampu untuk mandiri alias mampu untuk melakukan semuanya dengan sendiri.
3)                  Menagatur dirinya sendiri (tidak mandiri/ bergantung pada seseorang menyebabkan ingin bebalas budi,ini bahaya),tentu apabila kita bergantung dengan orang lain akan membuat kita merasa ingin berbalas budi nah ini berbahaya bagi kita,karena dengan keinginan untuk beralas budi kita akan membatu orang yang mempunyai jasa kepada kita entah itu dalam hal kebaikan ataupun kejahatan,nah itu sangat berbahaya sekali.


List Blog filsafat 7A :
13. EKO NUR FATONI 15120020 fatoniekonur.blogspot.com
15. Dyah Saraswati (15120364) http://dyah15.blogspot.com/?m=1
21. Atik Budiarti 15120010 https://atikbudiarti31.blogspot.com/?m=1
29. Hadiah hana putri (15120481) http://15120481hana.blogspot.com/?m=1