Nama : Sukma Rudi Nugroho
Kelas : 7A
NPM : 15120212
FILSAFAT PENDIDIKAN (Reportase Pertemuan ke 3) pada 16 Oktober 2018
Mengatur Diri Sendiri
Manusia
sebagai titah Tuhan,yang disebut manusia sebagai titah Tuhan adalah manusia di
tugaskan menjadi khalifah di bumi kemudian manusia juga di berikan sifat-sifat
Tuhan meskipun tetap berbeda antara sifat yang dimiliki manusia dan
Tuhan,sebagai misal sifat pengasih,penyayang,penolong serta sifat-sifat yang
lainnya.
Dalam
mengatur diri sendiri,sejatinya manusia dapat dan mampu untuk mengatur dirinya
sendiri,akan tetapi dalam mengatur dirinya sendiri manusia belum dapat untuk
bisa teratur,untuk dapat teratur manusia harus bias pandai-pandai dalam
mengatur dan mengolah diri sendiri,sebagai contoh dalam pola makan sehari-hari
manusia ada yang makan 1 kali atau 2 kali,padahal di dalam aturan kita wajib
untuk makan 3 kali sehari,begitupun dengan waktu makan ada yang hanya makan
siang dan malam ,padahal di dalam aturan kita makan sarapan pagi kemudian makan
siang dan di akhiri dengan makan malam,begitun dalam hal merokok,kita bebas
mempunyai pilihan untuk merokok ataupun untuk tidak merokok,akan tetapi
selayaknya kita harus memiliki sikap yang bijaksana,yaitu apabila kita merokok
janganlah asap kita mengganggu orang yang tidak merokok begitupun sebaliknya
apabila kita tidak merokok maka kita juga jangan mengejek orang yang merokok
karna itu adalah pilihan masing-masing orang,jadi saling menghormati dan
recpect satu sama lainnya.
Didalam
Bahahasa Jawa terdapat banyak sekali kata-kata bila dibandingkan dengan Bahasa yang
lainnya,misalkan saja Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Inggris,Bahasa Jawa
merupakan Bahasa yang unik.Misalkan saja kata “sakit perut” (dalam Bahasan
Indonesia) merupakan perwakilan seluruh masalah atau rasa sakit yang ada di
dalam perut kita,atau misalkan saja “stomatache” (dalam Bahasa Inggris) juga
sama merupakan perwakilan dari semua rasa sakit yang ada di dalam perut
kita,berbeda dengan Bahasa Jawa yang kita pakai sehari-hari di dalam sakit
perut terdapat banyak sekali istilah sebagaimana contohnya adalah “weteng mules,suduk
en,masuk angina,begah,kembung dan lain sebagainya. Dari sakit mules saja kita bias
ambil hikmah nya,ketika kita merasakan perut kita mules apakah itu merupakan sebuah
penyakit? Belum tentu,karena mules yang demikian adalah efek dari kita memakan
cabe makanan yang pedas dan asam,rasa muleh yang kita rasakan saat itu adalah
efek dari kita memulihkan stamina,karena setelah kita buang air besar maka rasanya
akan plong atau lebih enakan,cabe itu sendiri juga termasuk ke dalam bumbu
dapur atau rempah-rempah yang kaya akan manfaat bagi tubuh kita.
Selanjutnya
masih terkait dengan mengolah diri,terkait dengan Pendidikan karakter yang
selama ini berjalan di Indonesia masih di batasi dengan formalisme,yaitu wujud
manusia yang benar-benar manusia.Tentu kita pernah melihat orang yang sedang ber
sholawat atau orang yang sedang ber’dzikir,bila kita amati mereka melantuntan
sholawat dan dzikir dengan menggeleng-gelengkan kepalanya ke kanan dan kekiri,ada
juga yang yang mengayunkan tubuhnya ke depan dan belakang sambal brdzikir atau
bersholawat kepada Allah,kemudian ada seorang guru yang menanyakan hal tersebut
kepada muridnya mengapa hal itu bias terjadi,kemudian para murid mencoba
mencari jawaban di beberapa kitab akan tetapi mereka tidak mendapatkan jawaban
dari apa yang mereka cari.Sampai akhirnya mereka melihat seorang kyai yang
meminum atau menyeruput kopi sambal menggelengkan kepala karna saking enaknya
kopi tersebut,maka seketika para murid mendapatkan jawaban,jadi sebab orang
menggelengkan kepalanya ketika membaca dzikir atau bersholawat adalah karena
mereka merasakan kenikmatan
Menurut
Ki Hajar Dewantoro wujud dari kesadaran
diri manusia sebagai manusia sesungguhnya yakni manusia sebagai titah Tuhan
sesuai dengan yang telah di jelaskan sebelumnya.Manusia adalah wujud dari
sifat-sifat yang dimiliki Tuhan maka dari itu manusia disebut sebagai “manusia
itu Titah Tuhan”karena Tuhan memiliki sifat penyayang manusia pun juga memilii
sifat penyayang,Tuhan memiliki sifat pemberi manusia juga memiliki sifat
pemberi,Tuhan memiliki sifat sabra begitupun dengan manusia,manusia juga
memilii sifat sabar,kemudian Tuhan memiliki sifat sombong manusiapun juga
memiliki sifat sombong akan tetapi berbeda antara sifat sifat Tuhan dengan
sifat-sifat manusia,karena manusia tidak bias menjangkau atau melebihi
sifat-sifat dari Tuhan.
Kenapa
ada orang yang dipanggil dengan sebutan (Syeikh,Kyai,Ustadz,Tengku,Habib)
ataupun panggilan-panggilan dengan istilah yang lainnya,hal ini dikarenalan
mereka dipanggil berdasarkan tinggkatan dari ilmu mereka,adapun sebutan ataupun
panggilah syeikh pada zaman dahulu adalah paggilan kepada orang yang sudah
tua,karena orang tua harus di hormati maka di sebutnya syeihk untuk menghormati
orang tua kala itu,namun lambat laun ada juga anak muda yang di panggil dengan
sebutan syeikh,hal ini karena mereka memiliki ilmu yang lebih apabila
dibandingngkan dengan masyarakat awam,nah dalam masyarakat kita di Indonesia
sebutan kyai di berikan kepada orang yang diunggulkan,akan tetapi ada juga di
masyarakat jawa yang memberikan nama kyai pada nama barang ataupun hewan karena
barang atau hewan tersebut diunggulkan dari barang atau hewan yang lainnya
,misalkan saja barang-barang pusaka,kemudian hewan kebo bule milik sultan Yogyakarta
dan lain sebaigainya,Ustadz sama dengan Syeikh,biasanya di kampus di panggil
dengan Prof,sedangkan kalua Gus adalah sebutan dari anak Kyai,hal ini merupakan
tradisi dari pesantren yang turun temurun dan sampain di masyarakat.
Kelas 7A link yang terkait
Kelas 7A link yang terkait
1. Ismaul Amalia (15120007)
2.Devi Endah Prastiwi 15120441
3. Nur tri atika (15120040)
4. Meiyani Lutfil Khoiriyah 15120450 https://meiyanilutfilk.blogspot.com/2018/10/mengenali-diri-atau-mengolah-diri.html
5. Martiya Zulfa Risty (15120039)
6. Anisa Rona Soraya 15120447 http://anisaronasoraya3.blogspot.com/2018/10/nama-anisa-rona-soraya-npm-15120447.html?m=1
7. Dewi Krisdiyanti
8. Nailul Fauzziyah (15120405) https://nailulfauzziyah7.blogspot.com/2018/10/manusia-pribadi-yang-dapat-mengatur.html
9. Dyah Saraswati (15120364) http://dyah15.blogspot.com/?m=1
10. Atik Budiarti 15120010 https://atikbudiarti31.blogspot.com/?m=1
11. Ibnu Mas'ud (15120218)
12.Fadila Nurfi A (15120322)
13. Khafidzoh Asfihani 15120008
14. Susilo bayu. https://susilobayumustofa.blogspot.com/2018/10/mengenali-diri-sejatinya-manusia-bisa.html?m=1
15. Sukma Rudi Nugroho https://filsafatpendidikansukmarudi.blogspot.com/2018/10/nama-sukma-rudi-nugroho-kelas-7a-npm.html
16. Intan Nur Fatikha Mulya. https://filsafatpendidikanintan.blogspot.com/2018/10/mengelola-diri- sendiri.html
17.febydwiangrainy. https://febydwiangrainy.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan_18.html?m=1
18. Hadiah hana putri 15120471 http://15120481hana.blogspot.com/?m=1
19. Riskha Khoirul Ulya 15120219 https://riskaaakhoirululya.wordpress.com/2018/10/19/mengatur-diri-sendiri//
20. Dhimas Oeka Aji W 15120013 https://dhimaswicaksana12jr.blogspot.com/2018/10/diri-sendiri.html
21. Neneng Zuliasih 15120016 http://flsftpnddknnasional.blogspot.com/2018/10/diri-sendiri.html
24. Ahmad Haris Hidayat 15120334 https://filsafatpendidikan15120334.blogspot.com/2018/10/mengenal-diri.html
25. Eko nur fatoni/15120020. http://fatoniekonur.blogspot.com/2018/10/mengenal-diri.html?m=1#more
Tidak ada komentar:
Posting Komentar